Kondisi Perparkiran ITB Saat ini


Selamat dini hari rekan-rekan,,

Izinkan saya berbagi informasi dan perasaan saya terhadap kondisi parkir ITB saat ini,,

Tepat pukul 21.00 malam tadi, 17 Desember 2010,,
Berdasar informasi dan penglihatan saya,,
Lahan parkir ITB (utara, barat, dan timur) resmi beralih pengelolaan dari koperasi ITB (CMIIW) kepada jasa perparkiran outsourcing ISS.

Sarana serta prasarana untuk pengalihan pengelolaan agar seperti di mall-mall itu tiba sore pada hari yang sama.
Secara pribadi saya tidak begitu bermasalah dengan penggantian sistem dari manual ke mesin-mesin tersebut, terkecuali beberapa kekhawatiran, seperti antrian yang akan terjadi, technical error (mengingat saat peak time traffic keluar/masuk parkir amat padat), dan hal teknis lainnya.
Namun satu masalah besar yang mengusik hati saya,

Pemberhentian secara sepihak 20 petugas parkir lama akibat pergantian pengelolaan ini.

Pemberhentian ini disampaikan pada petugas parkir kurang lebih pukul 20.00 di malam yang sama. Pemberitahuan sebelumnya hanya mengenai pergantian pengelolaan pada tanggal 17 Desember 2010, dan tidak jelas bagaimana nasib mereka setelah pergantian itu. Semenjak rumor itu beredar, saya mencoba menguatkan hati mereka dengan harapan pergantian pengelola tak mengganti para pegawai perparkiran. Pada saat yang sama saya berusaha menghubungi rekan saya di kepolisian yang dekat dengan manager area jawa barat (kalau saya tidak salah) ISS untuk bertemu pihak ISS mengenai nasib mereka, Pak Suhadi kalau tidak salah nama manager tersebut. Saya sendiri sempat berkenalan saat syukuran seorang rekan di kepolisian. Sayangnya sebelum saya sempat bertemu, hal ini telah terjadi. Mereka diberhentikan saat pergantian pengelolaan pukul 20.00 malam tadi.

Pagi ini saya tak bisa tidur memikirkan nasib 20 orang saudara saya, 20 orang yang selalu membantu saya, yang saya merasa lebih dekat dengan mereka ketimbang bapak” di gedung annex (rektorat) yang bertemu pun nyaris tak pernah tiap semesternya. 20 orang yang selalu berkeluhkesah pada saya mengenai arti keluarga, rumah yang jauh (baleendah), tagihan kredit motor, sampai undangan pernikahan mereka. Bambang, Acong, dan rekan-rekan adalah orang-orang terdekat yang menemani hidup saya nyaris 4,5 tahun di ganesha 10. Saya ingin membantu memberi pekerjaan, namun apa daya, usaha saya sekarang pun belum mampu untuk menampung mereka. Saya ingin berdiskusi dengan pihak ITB (saya dengar dari mereka yang mengurus nasib mereka bernama pak anwar/arman, seorang doktor ITB) namun saya bukan dalam kapasitas seperti Presiden KM ataupun MWA perwakilan Mahasiswa. Sementara ini saya berupaya untuk menyadarkan rekan-rekan semua mengenai kondisi ITB saat ini, diluar polemik mahasiswa membawa kendaraan, kapasitas parkir yang kurang, dan lain sebagainya.

Apakah harus seperti ini memperlakukan manusia yang selama ini membantu warga ITB?
Apakah tidak ada cara lain untuk menyalurkan mereka? Agar mereka dapat bertahan hidup..
Apakah kita mahasiswa ITB masih memiliki sisi manusiawi? Hidup ga cuma pake otak bung, ada hati yang jauh lebih berharga.

Semoga tulisan saya ini dapat menggugah rekan-rekan untuk membantu beban yang sedang dialami mereka. Dengan turut menyadarkan warga ITB yang lain agar dapat membantu mereka, mereka yang telah membantu kita.

Demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater! Merdeka!

Salam,
Doddy Prapanca Hanondo
Industrial Engineering – Institut Teknologi Bandung
Chief Officer Rudo – Business Consultant
Project Officer RedGoesGreen Circle K Indonesia – Greeneration Indonesia
H : +6281234566633
E : me@doddyprapanca.co.cc
W: http://www.doddyprapanca.co.cc

8 comments

  1. lamdaTM08 · · Reply

    Saya sedih kalau memang pemberhentian ini sepihak. Ini nggak manusiawi!!!

  2. 10203031 · · Reply

    ITB ku sekarang tidak seperti itb yg dulu. Sisi kemanusiaanya terkikis oleh kebijakan kapitalis … Duhhh

  3. zulfikar · · Reply

    Saya dengar mereka kini dipekerjakan di itb jatinangor? Mohon konfirmasinya. Masih kabar burung..

  4. ITB lupa daratan!!!!!!!!!!!!!!

  5. Artcrime/Fartcrime/Smartcrime · · Reply

    Tahun 2007 ketika KMSR dibekukan dan sedang diadakan sidang skorsing di Anex, massa kampus dan seluruh himpunan bisa hadir dan berdemo, walau bukan hanya untuk kasus KMSR.
    Lalu bagaimana dengan sekarang setelah kasus pemecatan sepihak 20 pegawai parkiran untuk menerapkan sistem parkir per jam?

    walaupun saya tinggal 1 bulan lagi disini, saya rasa sudah waktunya mahasiswa ITB bangun dari tidurnya

  6. tau kan ada perda yang bilang kalau kapasitas kendaraan lebih dari 300, instansi itu kudu pake swasta buat penjagaan. baru tau nih saya.

    pesan saya,
    jangan banyak berasumsi dan menyalahkan siapa2 dulu gan, kecuali sudah ada data valid tentang parkiran ITB sekarang.
    jangan bersikap aneh-aneh juga ke pegawai baru toh mereka juga cari duit. orang baru mestinya disambut dengan baik.

    terakhir, bantu cari lowongan kerja untuk pegawai-pegawai yang lama karena ada teman saya yang di-SMS sama beliau2 itu minta tolong kalau ada lowongan ya mbok mereka dikasih tau. sekarang lagi nganggur soalnya.
    overall, yuk kita bantuin cari lowongan kerja. itu yang bisa dilakuin sekarang.
    thx

  7. akarawan · · Reply

    Betul2, kita bisa bantu mereka dengan menawarkan pekerjaan. Anak ITB kan udah banyak yang jadi entrepreneur.. Mungkin bisa membantu..

  8. […] The busiest day of the year was December 18th with 1 views. The most popular post that day was Kondisi Perparkiran ITB Saat ini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: