TALKSHOW DAN FORUM DISKUSI DENGAN TOPIK SOCIAL MAPPING


Kementerian Pengabdian Masyarakat KM-ITB mempersembahkan

TALKSHOW DAN FORUM DISKUSI DENGAN TOPIK SOCIAL MAPPING

Hari/ tanggal : Jumat/ 9 Maret 2012
Pukul : 19.00-selesai
Tempat : R.29 Campus Center Barat ITB
Pembicara : Dr. Bambang Rudito, M.Si (doktor antropologi, SBM ITB, minat risetnya di bidang intercultural dan corporate social responsibility)
Dr. Suhirman (Dosen Planologi ITB, Research interest: Participatory planning and action research; policy and budgeting;community based development; institutional design and development)

Diakui atau tidak, isu yang dibawa saat ITB fair 2010 ternyata membawa pengaruh positif terhadap arah baru pergerakan mahasiswa ITB. Melalui kampanye besarnya mengenai community development, ITB Fair 2010 mampu membakar semangat mahasiswa ITB untuk mengembangkan masyarakat, dalam kasus ini, melalui desa binaan atau desa mitra.

Walaupun sebenarnya sebelum ITB Fair mengkampanyekan community development sudah ada beberapa himpunan yang memiliki desa binaan atau desa mitra, momentum yang diciptakan acara 2 tahunan ITB ini menciptakan euforia tersendiri yang mampu menggelorakan semangat massa
himpunan untuk mencanangkan program desa binaan di himpunan
masing-masing.

Kita pasti telah mendengar dan menyimak dengan seksama bagaimana pergerakan mahasiswa pada zaman dahulu. Pergerakan ’66, Malari, hingga pergerakan ’98 memiliki pemicu yang sebenarnya sama, yaitu adanya common enemy dan kesamaan tujuan. Common enemy waktu itu adalah pemimpin yang sedang berkuasa, dan tujuan yang sama itu ialah membebaskan Indonesia dari cengkraman penguasa. Lalu apa korelasi antara kegiatan berdesa mitra dengan pergerakan mahasiswa di zaman dahulu?

Jika kita cermati dengan seksama, sebenarnya ada kemiripan pola antara pergerakan mahasiswa zaman dahulu dengan pergerakan berdesa mitra saat ini. Keduanya memiliki pemicu pergerakan yang identik. Keduanya memiliki common enemy dan kesamaan tujuan dari komponen-komponen
penggeraknya.

Disadari atau pun tidak, dengan munculnya berbagai program desa binaan, mahasiswa ITB sesungguhnya menemukan common enemy yang ditentang bersama, yaitu keadaan masyarakat yang kekurangan. Mahasiswa ITB juga menemukan satu tujuan bersama yang identik, yaitu memajukan masyarakat menjadi masyarakat Indonesia mandiri. Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB, sebagai wadah pergerakan terpusat mahasiswa ITB, melihat hal ini sebagai salah satu momen untuk menciptakan kolaborasi antar himpunan. Kesamaan tujuan dan common enemy, serta pertimbangan
mengenai betapa lengkapnya keilmuan di ITB, memunculkan gagasan untuk menciptakan kolaborasi yang kuat. Bayangkan jika di suatu wilayah, seluruh mahasiswa ITB bahu membahu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki, betapa hebatnya masyarakat itu nantinya. Kelengkapan keilmuan dan kedekatan dengan pemerintah yang saat ini dimiliki mahasiswa ITB menciptakan formula pembangun yang luar biasa efektif. Dari sinilah ide awal Aliansi Desa Mitra lahir.

Pada awal keberjalanannya, Aliansi Desa Mitra mengadopsi teknologi mailing list untuk membangun pondasi kolaborasi. Kemudian, dikarenakan faktor ketidak-efektifan mailing list, akhirnya format Aliansi Desa Mitra diganti. Basement Campus Center barat, area sekre HMP-PL dan basement labtek VII HMF menjadi saksi bisu transformasi Aliansi Desa Mitra. Tiga forum silaturahmi yang berlokasi di ketiga tempat tersebut menjadi sarana pengkajian format Aliansi Desa Mitra yang baru. Dengan bantuan dari massa himpunan, diputuskanlah bentuk, tujuan, target, parameter keberhasilan, dan kegiatan Aliansi Desa Mitra sebagai berikut:

  • Bentuk : Forum silaturahmi
  • Tujuan : “Aliansi yang mampu membentuk jejaring kerjasama dalam konteks bantuan keilmuan”
  • Target :
  • Terjalinnya komunikasi yang rutin
  • Terbentuknya bank data
  • Terbentuknya SOP Desa Mitra
  • Terjalinnya kerjasama antar himpunan

Parameter :

  • Forsil rutin diadakan 2 minggu sekali, hingga massa memutuskan untuk mengganti rentang waktu pengadaan forsil
  • Terbentuk bank data sebelum April 2012
  • Seluruh himpunan berpartisipasi aktif dalam Aliansi Desa Mitra (semua himpunan membantu desa mitra himpunan lain dalam konteks keilmuan)

Kegiatan :

  • Forum sharing desa mitra antar himpunan
  • Forum kerjasama
  • Seminar dan pelatihan seputar desa binaan
  • Kunjungan ke desa binaan

Salah satu kebutuhan dan yang perlu ditingkatkan oleh mahasiswa ITB dalam bermitra dengan desa adalah bagaimana cara berinteraksi atau berkomunikasi dengan masyarakat. Dalam hal ini berhubungan dengan bagaiamana mengetahui permasalahan dan kebutuhan masyarakat yang dapat meningkatkan kemandirian mereka bukan sekedar keinginan mereka. Dalam survey desa, disadari atau tidak, kita (mahasiswa) sering kali membawa catatan list pertanyaan beserta alat tulis sehingga secara tidak langsung menciptakan pembeda dan pembatas antara warga dan mahasiswa.

via Kementerian Pengabdian Masyarakat KM-ITB
Biro Komunikasi dan Informasi
Keluarga Mahasiswa ITB
“Antusias, Satu dan Inisiatif dalam Karya untuk Indonesia!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: